Showing posts with label puisi pendek. Show all posts
Showing posts with label puisi pendek. Show all posts

Friday, April 15, 2011

Tentang Pagi

membuka pintu dan jendela, membiarkan cahaya Illahi menyeruak masuki rongga hingga penuh seluruh.

---

ah, ternyata ada kiriman senyum penuh warna pelangi menelusup kisikisi hati. engkaukah yang membungkusnya dengan doa?

Wednesday, March 23, 2011

Berlatih Anagram

Aku mengetahui sedikit tentang anagram dari novel "The Da Vinci Code" dan saat itu tak begitu peduli. Kemudia tweet dari Rendra Jakadilaga mengusikku dengan anagram nama teman-temannya.

Tadi pagi, ANAGRAM itu kembali mengganggu pikiranku karena tweetnya mas Nanang Suryadi. Akhirnya kucoba kirim tweet anagram sambil berlatih kepekaan. #halah

ini contohnya:
1.jika memang DOSA ketika mencintaimu,biarlah SODA rindu mengaliri darah menggenapi. #anagrams -> yang ini di-retweet

2.
Semakin KUAT kau menolak banyangmu, rinduku berubah AKUT dan tak dapat sembuh. #anagrams + seperti candu TUAK, oleh moderator.

3.bermimpi tentangmu adalah SURGA terindah, meski dalam nyata GUSAR penuhi rongga jiwa #anagrams

4.jangan pernah MALAS untuk menanti pelangi di ujung senja, kelak SALAM termanis menyapa di bibir cakrawala #anagrams
Baiklah, aku akan mencoba lagi... Semangka!!! ^_^

Monday, March 21, 2011

Jejak Hari Ini

kegelapan tetiba menyelimuti jiwa,
terasa basah dan perih.
duhai kesenyapan yang niscaya,
tikam aku dengan seluruh agar tak ada lagi aku.

Wednesday, March 16, 2011

Satu Syair

Melihat di balik tirai malam.
Mungkin aku dapat menyesap senyum pelangimu
yang tertinggal pada gulungan awan.


(ditulis di twitter tanggal 4 Maret 2011)