Monday, May 06, 2013

Jangan Tangisi Apa yang Bukan Milikmu

eramuslim- Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa.
Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak
tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah
berandai-andai ria. Pffhh…sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang
begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa
masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada
kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu,
majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan
memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi
tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau
bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak
kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini
tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang
lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua
pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang.
Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi
tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak
kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang
bukan hak kita.

Apa yang memeng menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jabatan,
kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang bukan milik
kita, ia tidak akan bisa kita miliki, meski ia nyaris menghampiri kita,
meski kita mati-matian mengusahakannya.

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu
sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab(Lauh Mahfuzh) sebelum Kami
menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap
apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap
apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang
yang sombong lagi membanggakan diri." (QS Al-Hadid ;22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh.Kadang kita tak sadar
mendikte Allah tentang jodoh kita,bukannya meminta yang terbaik dalam
istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya
Allah… harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang
menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun
Allah memberikannya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak
mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah
karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah :

"…. Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian.
Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi
kalian.Allah Maha mengetahui sedang kalian tidak mengetahui." (QS.
Al-Baqarah 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa
berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus
benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu didunia ini
harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan
bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi
menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat
kelak!

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!


====


Sunday, April 07, 2013

Berani Kotor Itu Cerdas

Seru, lucu, sedih, tertawa, geregetan, terharu, dan entah perasaan apa lagi ketika membaca bukunya mbak Fira Basuki yang berjudul "Cerita di Balik Noda." Kisah-kisah inspiratif di dalamnya menggugah naluri dan membuka pikiran. Tentu saja, mempelajari hal -hal baru biasanya dimulai dari hal yang kotor.

Foto dari SINI

Berani kotor untuk menjelajah dunia baru? Saya suka kisah tentang "Bos Galak".  Terkadang diperlukan tindakan berani untuk menyentuh hati seseorang. Pastinya, berani untuk 'mengotori' suasana tegang menjadi enak, seenak kuenya. :)

Atau "Tulisan di Kain Sprei" ini juga menarik. Saya jadi ingat ketika kecil, bertubuh gemuk dan selalu diledek dengan kata-kata "Gajah Mada" "Si Gendut" "Si Bapuk" dan entah apa lagi. Minder? Iya! Dan bagaimana Chatya menyelesaikan rasa mindernya keren banget :) Dia berhasil mengalahkan perang batinnya dan keberaniannya untuk berbuat sesuatu meski harus kotor sangat saya suka.

Kisah "Siluman Tikus" sempat membuat saya mengerenyitkan kening. Lho? Kenapa ya? Ada apa? Kemudian ketika saya membacanya, ah, tak terasa justru membuat saya menangis. Kita memang kerap menuduh dan menilai orang tanpa pernah memberanikan diri untuk sekadar bertanya mengapa. Pikiran buruk justru hanya akan berakhir tak enak. Beruntung Ali menyelamatkan semua praduga hanya dengan bekal berani kotor. Benar-benar seperti drama!

Yuni dalam kisah "Tak Jadi" benar-benar menjadi penyelamat pernikahan kedua orangtuanya yang sudah telanjur emosi. Cemburu menjadikan seseorang gelap mata. Kekhilafan pun harus dibarengi dengan tindakan nyata untuk berubah.Yuni langsung nyebur mencari cincin kawin dan tak peduli kotor itu yang akhirnya menyelamatkan keluarga.

Bakat Nisa menjadi "Koki Cilik" sudah difasilitasi dengan tepat oleh Ibunya. berani kotor di dapur? Pastinya seru dan menghasilkan makanan enak, ya? Baca kisah ini membuat saya ngiler. Belajar masak dan bisnis dari kecil? Seru banget deh pastinya!

Di antara banyak kisah dalam buku ini, ada satu yang mengusik perhatian saya, yaitu dalam kisah "Harta Sebenarnya" ketika di akhir cerita, sang Kakek berkata, "Kalian tertipu, sandal Kakek tidak tertinggal di lumpur." Ini pemilihan kata yang kurang sesuai, menurut saya, meski nilai hikmahnya bagus sekali.

"Batik Kreasi Ivan" membuat saya terperangah. Banyak ide brilian muncul tanpa pernah bisa kita duga. Pola batik dari tanah yang kotor dan memenangkan perlombaan? Sungguh, hal sederhana seperti ini yang jarang sekali terpikirkan mampu memberi inspirasi bagi orang lain.

"Kaki (Harus) Kotor" membuat saya tersenyum. Terlalu protektif terhadap anak memang tak selamanya baik, ya? Jika hingga usia 2 tahun belum bisa berjalan hanya karena takut kakinya kotor, tentu menyebabkan Nur menjadi terlambat berkembang. Untunglah sang Nenek justru membuat Nur kotor dan hasilnya Nur bisa belajar berjalan! Kisahnya manis :)

Kehidupan yang serba sulit dan keras menjadikan Acon seorang "Penangkap Ikan Cupang" yang belajar tangguh sejak kecil. Tidak peduli apa kata orang dan kadang dimarahi justru malah berani kotor demi bisa membantu meringankan beban Ibunya. Ah, lagi-lagi saya terharu. :')

"Agi Tidak Pelit". Ya, anak lelaki yang yang senang berhemat itu sebenarnya anak yang baik dan justru memiliki tingkat kepedulian sosial yang tinggi. Siapa yang tak bangga memiliki anak seperti Agi?

Jika "Demi Sekantong Beras", Radya mau dan berani kotor bersama temannya Adi, pastilah karena sifat dermawan dan berjiwa sosial tinggi yang dimilikinya. Belajar berjualan dengan berusaha semaksimal mungkin memberi kepuasan batin tersendiri, ya?

Aaaaahh... Masih banyak cerita seru dan indah dalam buku ini! Gak bakalan nyesel bacanya dan yang pasti, bisa mengubah sudut pandang kita tentang sesuatu yang kotor. Menarik. Jadi, buku Cerita di Balik Noda dan Berani Kotor Itu Baik sungguh menginspirasi. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah menemukan apa yang menggugah hari ini? Cek juga yuk di sini, apa yang bisa Anda temukan di sana!

Sudah ya, saya mau bermain hujan bersama kedua anak saya sambil menemani mereka bermain tanah. Imajinasi mereka berkembang saat berada di halaman yang diguyur hujan deras. Setelah itu, segelas teh hangat akan membuat kami nyaman. Yuk, ah!

Friday, March 15, 2013

Butuh Pulsa Buat Eksis!

Hari gini siapa juga yang gak butuh pulsa? Ngaku! :)



Coba deh balik ke tahun 2000, ketika pulsa masih mahal dan sulit dicari. Minimal pulsa harganya Rp25.000,- dan dijual dalam bentuk fisik / voucher. Udah gitu gak mudah menemukannya. Minimal di mall. Tapi dulu pulsa fisik tuh banyak serinya. Maksudku, ketika sedang perayaan Imlek, keluar voucher edisi Imlek. Atau seri pemain bola klub dari Inggris, misalnya. Atau pemain basket NBA. Aku dulu punya banyak koleksi. Pas pindah rumah, malah ilang semua. *nangis bombay* (eh bawang mahal ya? >_< ) Trus, kalau aku sih beli pulsa fisik biasanya langsung gosok di tempat. Apalagi kalau sedang dalam perjalanan. Kalau pulsa gak terisi dan kita udah jauh jalannya ke mana tau, repot mau protesnya juga ke tempat jual pulsanya lagi. Bener gak sih? (konsumen mana ada yang mau rugi sih?)

Dulu kebutuhan pulsa hanya untuk ponsel kan? Dan dulu operator komunikasi selular hanya ada tiga besar yaitu Telkomsel, XL, dan Indosat. Sekarang sih udah banyak banget ya? Persaingan harga, kualitas jaringan, dan pelayanan after sales yang kece pastinya jadi pertimbangan masyarakat untuk memilih pujaan hati... Eh, salah ya? :D

Balik ke tahun 2013. Nah, sekarang berbagai fasilitas untuk mengisi pulsa semakin mudah dan banyak. Apalagi sekarang ada pilihan pulsa murah cuman seceng alias seribu rupiah. Kurang asyik gimana coba dunia saat ini? Jangankan ke kios pulsa, di twitter aja bisa beli pulsa. Tinggal tweet: "Siapa yang jualan pulsa provider XXX? Beli dong! Butuh nih seratus ribu! Makasih ya!" Langsung deh minimal lima tuips mention kita. Gak percaya? Aku udah buktiin itu! Ternyata masih banyak orang baik.... Dan cermat menjadikan media sosial sebagai lahan buka lapak. Hehehehe... Lagi pula sekarang banyak sekali tawaran dari para provider. Kalau beli pulsa sekian rupiah akan dapat barang senilai sekian. Iya kan? Ada gak sih beli pulsa berhadiah pacar? #eh *iya galau geje* Haghaghaghag!!



Sekarang sih pulsa gak hanya untuk kebutuhan nelepon atau SMS. Udah buat isi modem internet juga kan? Pilihan gadget aja udah bejibun banget sekarang. iPad, tablet, netbook, dan aneka smartphone yang bikin aku juling buat milihnya. *sotoy banget lu, An!* Apalagi semua provider udah ngasih pilihan paket internetan yang bisa disesuaikan dengan kantong. Misal saja, dengan pulsa Rp100.000,00 kita bisa pilih paket internetan yang kayak gimana juga bisa. Meski sudah banyak tempat yang memberikan free wi-fi, tapi keberadaan pulsa untuk mengisi modem belum tergeser lho.

Aku termasuk pemalas untuk urusan isi pulsa. Biasanya sih tinggal buka internet banking dan beli deh. Sambil tiduran di kasur atau sofa juga jadi. Asyik? Emang! Hihihi... Tapiiii.... Kalau sedang dalam perjalanan dan internet banking lagi mengalami gangguan, mau gitu keeksisan di dunia maya terhenti? Jangan sampe dong! Enak aja! Caranya ya cari kios terdekat, nanya di twitter atau di LINE atau di Whatsapp atau di BBM atauuuuu..... Mana aja deh! Kreatif dikit napah?

Sekarang pilihannya apa? Pulsa dalam bentuk fisik atau pulsa elektrik? Terserah, bebas! Tapiiii... Kalau mau ngedukung penghijauan lingkungan dengan cara gak banyak menghasilkan sampah, pakai dong pulsa elektrik. Go green gitu lho! Nanti kan dapat SMS berupa notifikasi yang mengindikasikan pulsa sudah mendarat sempurna di gadget atau modem kesayangan kita. Jadi kita juga gak numpukin sampah. Betul atau benar? *iyain aja napa sih?*

Kamu beli pulsa biasanya sebulan dianggarkan berapa sih? Kamu punya berapa gadget sih? Kamu pakai paket internet yang berapa GB sih? (Aku kepo ya? Hihihihi) Gak, cuman mau tau aja. *iya itu kepo!*

Nah, jika segala kemudahan dalam pengisian pulsa sudah sedemikian mudah dan semua orang juga membutuhkannya setiap hari, tinggal gimana feedback dari semua provider untuk membuktikan layanannya yang super dan katanya terbaik itu. Ayo, TAGIH! (ini kayak lagi jadi debtcoll ke para pengobral janji. *apeu*)

Eh, siapa nih yang mau ngisiin pulsa elektrik ke aku? *dilempar bakiak*


Postingan ini dalam rangka Lomba Blog Pojok Pulsa:
Mau Pulsa Gratis? Follow: @pojoktweet | Facebook Page Pojok Pulsa | Pojok Pulsa Google Plus Page

Tuesday, February 26, 2013

No String Attached

Artikel di ambil dari SINI


Welcome to the ‘world of Ashton-Natalie and Mila-Justin’. Tak sedikit yang berpendapat, film mereka beberapa waktu lalu yang bertema mirip—Ashton Kutcher dan Natalie Portman dalam film No Strings Attached serta Justin Timberlake dan Mila Kunis dalam Friends with Benefits—punya andil besar dalam kembali mengangkat wacana ‘seks yang dilakukan tanpa adanya ikatan hubungan asmara’ ke tengah-tengah masyarakat. Admit it, setelah nonton film itu, Anda pasti sempat mendiskusikannya bersama geng Anda kan?

    Namun apa sebenarnya friends with benefits itu? Apakah hubungan seks tanpa ikatan memang seburuk itu? Dan yang terpenting, apakah hubungan seks tanpa ikatan itu mungkin dilakukan oleh wanita tanpa ‘efek samping’ negatif setelahnya?
   Setidaknya ada empat alasan yang paling umum menjadi alasan wanita memilih FWB dan melakukan casual sex:

#1
    I don’t have time for relationship. Suatu hubungan pacaran (apalagi pernikahan) membutuhkan banyak usaha, waktu, uang, dan kesabaran. Orang-orang yang punya karier sukses dan ‘tenggelam’ dalam pekerjaannya merasa tak punya cukup waktu untuk menjalin dan memelihara hubungan asmara. Mereka umumnya menganggap seks sebagai sarana rekreasi semata.

#2
    I’ve been hurt. Salah satu alasan klise yang sering dilontarkan wanita. Jadi karena disakiti oleh seorang pria, maka seseorang memilih untuk membuat dirinya menjadi ‘gampangan’ dan menyerahkan dirinya kepada seseorang yang belum tentu mau bertanggungjawab jika terjadi sesuatu? illogical reason, we might say.

#3
   Alcohol made me do it. Konsumsi alkohol secara berlebihan (baca: mabuk) menyebabkan impaired judgment, sehingga orang-orang cenderung melakukan hal-hal bodoh yang belum tentu dilakukan ketika sober, termasuk, you know… doing ‘it’ with your friend.

#4
   I’m just trying to boost my confidence. Setiap orang butuh pengakuan. Diakui atau tidak, bagi seorang wanita, approval dan pengakuan dari orang lain (terutama pria) bahwa dirinya cantik dan menarik amatlah penting. Masalahnya, some women take this need of approval too far, dan menjadikan hubungan seks yang kasual sebagai sarana pembuktian bahwa dirinya memang menarik. Alasan yang sama bodoh dan tidak logisnya dengan alasan #2.

(There Are No) Benefits of Friends with Benefits
      Film-film menggambarkan pola hubungan no strings attached sebagai hal yang seru, tanpa beban, dan bebas dari tanggung jawab. Namun pada kenyataannya, it’s nothing like that, dan jauh lebih merugikan bagi wanita.

RARA PUTRI DELIA

Monday, February 25, 2013

Melewatkan Setahun Tanpa Berita


Well.... Ternyata aku melewatkan tahun 2012, tanpa kabar apa pun di sini. Sok sibuk di akun sebelah :P
Lantas apa yang harus kuceritakan di rumah ini? Nanti yaa... Masih mikir.

Setidaknya aku masih ingat bahwa aku punya tempat pulang :)