Kalo mau ngomongin kerjaan pasti gak bakalan ada habisnya ya? Iya.
Nah, jika ingin semua pekerjaan beres dengan baik dan minim kesalahan, tentunya membutuhkan fasilitas dan teman kerja yang oke. Ya, apalagi di zaman serba digital seperti sekarang. Semuanya serba dimudahkan.
Urusan rumah menjadi mudah karena teknologi? Pastinya! Coba saja intip kompor gas, oven, mesin cuci, pembuat kopi, toaster, dan lainnya. Semakin canggih dan keren, kan? Bahkan, terkadang jika kita sebagai orangtua sedang sibuk mengerjakan yang lain, sementara anak-anak ingin membuat sandwich untuk sarapan, tidak perlu khawatir lagi. Alat yang ada di dapur sudah semakin aman untuk mereka. Meski, tentu saja, harus tetap diawasi.
Begitu pula dengan urusan pekerjaan lainnya yang butuh didukung oleh performa yang gak main-main. Euh, aku sedang membicarakan salah satu pekerjaan paling santai tapi juga paling sibuk yaitu freelancing. Hihihihi, duniaku banget. Mostly, freelancer tuh butuh banget komputer atau laptop yang bisa mendukung segala pekerjaan hingga bisa diselesaikan sesuai harapan. Banyak web designer yang membutuhkan perangkat kerja maksimal. Laptop atau komputernya harus didukung performa Intel® Processor di dalamnya. Tapi gak hanya mereka kok, karena yang lebih banyak menulis seperti aku pun harus punya nih, laptop seperti itu.
Pernah punya laptop dengan layar hanya 9 inci dan itu sebenernya sih gak banget buat aku yang kerjanya menulis dan menyunting aneka jenis tulisan. Mataku jadi mudah lelah. Jadi ingat, aku pernah dipinjami laptop ACER jadul. Wah, itu sangat membantuku lho. Hanya saja, laptopnya berat banget. Punggung jadinya pegal kalau berpergian sambil membawa si ACER ini. Berharap, bakalan punya lagi ACER baru yang lebih ringan, agar perjalananku tidak menguras energi gitu lho! Tentu saja dengan layar yang lebih lebar, jadi kalau lihat ke layar gak pake acara mengerutkan dahi lagi :D
Eh, nemu info terbaru tentang ACER Aspire E1-432 yang kata khosip (duile An, demen amat ama khosip?) sih 30% lebih tipis dari leptop biasa. Wah, lumayan dong kalo aku punya, beban tas jadi berkurang 30% pun? Heuheuheuheu.... Apalagi, ACER E1 terbaru ini menggunakan RAM DDR3 segede 2GB dan masih bisa diapgred ampe 8GB sesuai kebutuhan. Harddisk SATA segede 500GB tuh gede banget buat nyimpen aneka data, kan? Daaaan... aku juga harus banyak mengunduh foto hasil googling untuk keperluan klien. Baterai yang tahan hingga 6 jam untuk kebutuhan multimedia ini mumpuni banget buatku. Terkadang klien memintaku untuk membuka aneka video. Kan gak lucu kalau sedang asyik menyimak, sudah ada peringatan tenaga baterai tinggal 10% padahal baru dipakai 2 jam. Begitu juga krucilku yang suka protes kalau lagi membuka YouTube dan ada popup kondisi baterai, pasti teriak, "Bundaaaaaa... Baterenya mau abis niiihh!" *gubrak* Duh, beneran deh ini sih, butuh laptop yang memiliki baterai dengan daya tahan lebih lama.
Semoga saja, dengan mendapatkan ACER Aspire E1-432 ini, kinerjaku semakin membaik sehingga tak mengecewakan klien, gak ngeluh punggung pegal dan mata lelah lagi, dan sesekali bisa dipakai oleh krucilku untuk bermain dan belajar juga. Doa akhir tahun yang baik, kan? ;) *menunduk, berdoa yang terbaik dan mari kembali bekerja!*
------------------------------------------
"Tulisan ini diikutsertakan dalam event "30 Hari blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis" yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia."
Thursday, November 14, 2013
Acer Slim Aspire E1 yang Terbaik Untukku
Diposting oleh andiana di 11/14/2013 01:00:00 PM 11 komentar
Label: keseharian, lomba, my days
Wednesday, November 06, 2013
Laptop Tipis & Keren Untuk Bekerja & Bermain Bersama
Zaman digital seperti sekarang, segalanya dilakukan hanya dengan sentuhan jari dan bisa dibarengi ngopi, ngemil, atau menemani anak belajar. Iya, bekerja di depan layar komputer atau laptop semakin mudah dan nyaman dilakukan saat ini.
Aku dan krucil bergantian memakai laptop. Aku menggunakan ketika bekerja dan mereka memakainya untuk belajar dan bermain. Anak generasi YouTube. Hehehehe... Mereka selalu ingin belajar dan bermain seperti aku, interaktif mencari tahu tentang apa saja hanya dengan duduk santai. Mereka sering sirik denganku yang asyik bekerja di depan layar laptop. "Bun, gantian dong!" :D
Laptop pertama kami layarnya hanya 9 inci dan mereka kurang puas karena gambarnya jadi terlihat kecil. "Kalau ada rezeki, beli yang layarnya lebih gede dong, Bun. Kan gak bikin sakit mata." Heu, pintar kan merayunya? Hihihihi...
Bukan hanya layar yang lebih lebar untukku, tapi juga harus lebih tipis agar bisa dibawa ke mana saja tanpa gerutuan karena keberatan. Yoih, harus gak pake tapi. Mikir, laptop seperti apa yang cocok untuk kami bertiga di rumah ya?
Hasil dari googling, stalking, searching menemukan bahwa ACER Aspire E1-432 nampaknya harus segera menjadi anggota keluarga yang baru nih! Mencari apa sih yang menjadi kelebihannya hingga pantas dilirik? Ini dia salah satu yang bikin naksir: ACER Aspire E1-432 didukung performa Intel® Processor di dalamnya lho! Laptop keren ini menggunakan Intel Celeron 2955U yang dikenal dengan nama Haswell. Jadi andalan baru untuk mendukung semua pekerjaanku nih!
Prosesor terbaru ini juga ternyata lebih hemat energi alias gak boros batere. Gimana gak makin jatuh cinta ya? Anak-anakku pasti bakalan lebih betah untuk belajar dan bermain. Ketika aku memperlihatkan gambar laptop ACER E1 ini kepada mereka, spontan keduanya berkata dengan takjub, "Wah, keren banget! Kayaknya tipis ya, Bun?" Ketika kukatakan bahwa ukurannya lebih tipis 30% dari laptop biasa, mata mereka mengerjap penuh harap. Masuk wishlist di tahun baru 1435 Hijriah nih! ^_^
-------------------------
Tulisan ini diikutsertakan dalam event "30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis" yang diselenggarakanoleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.
Diposting oleh andiana di 11/06/2013 11:00:00 AM 6 komentar
Label: keseharian, lomba, my days
Thursday, October 31, 2013
Laptop Tipis dan Praktis Gak Akan Bikin Meringis!
Gak ada emak yang gak mau tampil keren. Yah, minimal buat suami dan anak-anak di rumah. Betul atau benar? Mau dong ya dianggap paling cantik di rumah, ratu yang dicintai oleh seluruh keluarga? Tapi coba perhatikan lagi, biasanya sih bakalan ada komentar begini, "Mama, lipstiknya jangan terlalu merah." "Bunda, tuh eyeshadow-nya terlalu ngejreng." "Bu, tipis-tipis aja dong dandannya. Emangnya mau ngelenong?"
Artinya, suami dan anak ingin emaknya tampil cantik tapi jangan menor. Riasan yang ringan terlihat lebih alami dan segar, kan? Nah, ketika makeup akan dibersihkan pun tak akan membuang banyak kapas. Irit dan gak bikin wajah terkena masalah kulit.
Ngomongin soal tipis dan praktis, jadi ingat kalau aku selalu dipusingkan dengan pemilihan perangkat kerja yang bisa menopang segala kebutuhan. Kebayang ya, repotnya kalau harus membawa laptop yang berat, besar, belum ditambah kabel charger juga ketika berpergian bersama anak-anak. Maklumlah, freelancer seperti aku harus selalu online dan bergerak fleksibel sesuai kebutuhan.
Gak mudah mencari yang sesuai dengan kebutuhan dan tak hanya sekadar keinginan. Baterai awet itu wajib. Aku ini banci colokan. Setiap nongkrong di mana pun untuk bekerja, yang kucari pertama kali adalah, "Mbak/Mas, ada tempat yang dekat dengan stop kontak, gak?" Belum lagi satu syarat berikutnya yang harus bisa membuatku nyaman: tipis binti ringan. Gitu. Ada yang seperti itu gak ya? Hasil googling dan stalking menyeretku pada ACER Aspire E1 Series nih! Dengan layar 14", biasanya sebuah laptop akan berdimensi cukup berat, kan? Beda dengan ACER Aspire E1-432 yang tebalnya hanya sekitar 25.3 mm sajah, sodarah-sodarah!
Gak bakalan ada keluhan pegal dan lelah kalau sedang jalan-jalan nih! Hihihihi, soalnya krucilku selalu protes kalau aku sudah menghela napas panjang, "Tunggu! Istirahat dulu. Pegel nih! Berat tas leptop Bunda." Biasanya si sulung yang akan berkomentar, "Makanya, Bunda! Beli laptop tuh yang enteng dong!" Hehehehe :D
Sepertinya ACER Aspire E1 ini wajib dilirik ya? Apalagi prosesor Intel Celeron 2955U (Haswell) juga gak bisa dianggap prosesor biasa lah yaaaa... Harddisk SATA 500GB cukup gak untuk menyimpan semua dokumen tulisan dan fotoku? Cukup banget laaaaaahhh...
Segera! Masukkan ACER Aspire Slim Series ini ke wish list akhir tahun! Fufufufufufu....
-------------
Tulisan ini diikutsertakan dalam event "30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis" yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.
Diposting oleh andiana di 10/31/2013 10:00:00 AM 5 komentar
Label: keseharian, lomba, my days
Thursday, October 24, 2013
Laptop Ringan Fitur Lengkap Tapi Murah? Oh, Aku Jatuh Cinta!
Pekerjaanku setiap hari selalu padat, pastinya sama dengan para emak yang lain. Mulai membuka mata di pagi hingga menutup mata di malam hari selalu akan ada kejutan. Entah piring yang pecah karena terkena bola salah terbang (ini istilahnya krucil), buku ensiklopedia yang mendarat sempurna di teras tanpa kembali ke tempatnya semula, cucian yang lupa dijemur, telepon dari klien, hingga order tulisan yang kelarnya merayap. *seka peluh*
Pekerjaanku sebagai freelancer yang 'masih bisa' bersantai tetap membutuhkan fasilitas gadget yang mumpuni. Dengan kondisi sering mobile (ini kaki rasanya gak bisa diam dan ingin keluar rumah terus) pasti butuh banget deh, yang namanya laptop ringan tapi bisa diajak kerja rodi. *ehsalahya?* Hihihihi... Ya, sebuah latop yang sebisa mungkin menunjang pekerjaanku tentunya jadi pilihan dong? Tiga tahun lalu, aku pernah pakai ACER -etapi lupa tipe yang mana ya?- dan sangat puas dengan performanya yang maksimal. Jatuh cintanya gak pake tapi. Satu lagi dong syaratnya! Kekuatan batere jadi pertimbangan utama. Jadi aku gak rempong harus mengisi batere lagi, kan? Jadi ingat, pernah ketinggalan charger si ACER itu, padahal perjalanan keluar rumah itu waktunya lama. Untungnyaaaaaa... Malam sebelumnya si baterai sudah terisi penuh. Sempat was-was juga nih. Eh, alhamdulillah, sampai kerjaan beres, baterai hanya tersisa sekitar 15%. Aman! *nari hula-hula*
Nah, kalau sedang mengajak krucil keluar rumah dan harus bawa laptop ke mana pun pergi, aku selalu membayangkan kalau laptop yang kubawa haruslah ringan. Kebayang gak sih mengawasi dua anak laki yang tak bisa diam dengan ransel berisi laptop yang lumayan agak berat? Fyuuuuhh... Kalau sudah lelah membawa laptop berat dan dua anak aktif, begitu dapat duduk mojok di kafe, yang ada rasanya mau tidur ya? Gimana bisa produktif kalo begitu coba yaaa? *garuk tembok*
Eeeehh... Dapat info terkini dari ACER kalau tipe Aspire sudah mengeluarkan produk terbarunya yang diklaim lebih ringan, dilengkapi fitur DVD-RW yang justru biasanya gak tersedia di produk slim sejenis, daaaannn pastinya kusuka: baterai lebih tahan lama! Mungkin akan menjadi jarang mencari colokan kalau ngetem di kafe. Sedangkan aku terkenal banci colokan. Bhihihihik! Waktunya meletakkan jabatan itu? *lah* Mengintip ACER Aspire E1-432 rasanya langsung naksir. Warna silver yang selalu menjadi favoritku juga tersedia. Hey, aku membutuhkan iniiiii... *Dan langsung membayangkan masih bisa lari dengan ransel berisi laptop* Ahahahaha :D Eeeehhh, satu lagi yang pastinya akan menjadi pertimbangan emak-emak model aku yang segala harus murah tapi bagus (dilempar panci) adalah harganya gak berat di kartu ATM lho! Makin naksir deeehh!
Yakin banget, memiliki ACER Aspire E1 ini gak bakalan bikin aku kelelahan membawanya ke mana pun dan tetap bisa beraksi dengan cekatan dan duduk nyaman sambil ngopi, toh? Jadi, tenggat tulisan dari klien yang selalu dirasa-rasa berat itu gak bakalan terasa lagi deh yaaa? *harusnya sih, An!* Hihihihi...
Mari kita kembali bekerja!
------------------------------------
Tulisan ini diikutsertakan dalam event "30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis" yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.
Diposting oleh andiana di 10/24/2013 10:00:00 AM 1 komentar
Label: keseharian, lomba
Saturday, June 29, 2013
Duo Krucil Sehat dan Cerdas
Mempunyai dua anak laki yang beranjak besar memang seru. Selain membutuhkan semakin banyak asupan gizi yang baik, juga ruang gerak yang lebih memadai. Bukan lagi sebatas ruang keluarga untuk bermain puzzle, tetapi ke lapangan bola dan berlarian lebih jauh lagi.
Makanya, jadi ingin napak tilas rekaman ingatan tentang mereka berdua, yaitu abang Umar dan adek Salman. Sejak mereka mulai belajar merangkak, gak ada tuh yang namanya pembatasan ruang gerak. Hajar bleh! Semuanya! Dapur, teras, sampai ke lapangan voli di RT tempat kami tinggal di Depok dulu. Seru banget! Yaaa, pastinya ada nada-nada sumbang yang mengatakan saya terlalu nekat membebaskan anak-anak bermain. Lho? Mereka kan sedang dalam tahap belajar juga. Jelas aja mereka akan 'gila-gilaan' dalam bermain. Sejauh mata mereka memandang kan dunia itu terasa mencengangkan. Iya, kalau kita yang melihatnya sekarang sih mungkin lucu dan cenderung norak. Iiiihh... Aneh ya? Kita lupa kalau kita pernah melewati tahap itu. Hehehehe...
Perlahan, mereka tumbuh besar. Ocehan mereka mulai beragam. Banyak bertanya dan banyak maunya. Mulai bisa protes dan punya pilihan sendiri. "Gak mau yang itu! Ini aja lebih keren!" "Gak seru nonton itu, Bun! Kalau yang ini pasti rame banget!" "Aduh, Bunda kuno! Ini asik lho!" Eeeeerrrgggghhh.... Gitu ya? Hihihi.... Baiklah, tampaknya memang sikap kritis itu menurun dari saya. Terkadang saya kedodoran dan kewalahan untuk menjawab semua pertanyaan mereka. "Kenapa juga kita harus makan. Aku gak laper, Bun!" protes Umar ketika saya memintanya untuk sarapan. Yes, salah satu perjuangan adalah membujuk rayu keduanya sarapan! Fyuuuuuuhhh.....
Punya dua anak yang sangat cerdas di atas rata-rata dengan perilaku yang santun pastinya membanggakan :) Kadang sih memang mereka membuat rusuh dengan temper tantrumnya. Itu dulu. Sekarang, beranjak besar, sudah paham kalau hal semacam itu tidak baik :)
Bagaimana saya, Ibu yang setiap hari melihat tumbuh kembang mereka ini, dapat memberikan yang terbaik untuk keduanya? Mudah. Tapi juga sulit. Keduanya saya dapatkan di waktu yang bersamaan. Mudahnya, karena mereka suka dengan lingkungan baru, seasing apa pun itu. Mereka tipe adventurer and survivor. Bahkan, lebih kuat dari saya sendiri. Sulitnya, si bungsu adalah tipe pemilih dalam makanan. Jika abangnya adalah tipe pemakan segala alias sayuran oke, daging oke, lauk oke. Serba oke.
Nah, untuk menambah kebaikan yang sudah ada dalam setiap asupan makanan dan minuman mereka, tentu saja sebaiknya aku berikan juga dong suplemen yang dipercaya? Khusus untuk abang Umar, aku berikan Cerebrovit Excel agar maksimal penyerapan vitamin dan mineralnya :) Keliatan dia bisa lebih fokus dalam belajar dan cepat menyerap materi yang dipelajari. Oia, Umar adalah seorang homeschooler, jadi sementara ini emang gak ada jadwal khusus untuk belajar apa dan pukul berapa. Senyamannya dia aja sih.
Terbukti, Umar tetap bisa bersosialisasi dengan baik dan menunjukkan prestasi yang cukup menggembirakan. Ketika ada tetangga yang bertanya apa resepnya sampai Umar bisa demikian, saya menjawab cukup dengan tiga macam : makanan & minuman untuk fisik dan psikis terbaik dan Cerebrovit Excel dong! ;)
Eh, ikutan juga dong saya follow Twitter dan like Facebook Page Cerebrovit Excel lho! Kenapa? Supaya bisa tau apa sih yang jadi trend remaja pintar dan gaul saat ini ^_^ Harus jadi emak gaul dong!
Sekarang dan untuk masa yang akan datang, tak ada yang lebih menenangkan hati saya kecuali Umar dan Salman tumbuh sehat dan cerdas.
Diposting oleh andiana di 6/29/2013 05:54:00 PM 0 komentar
Label: anak cerdas, Cerebrovit XCel, lomba, Mujahid Kecil, multivitamin remaja, XCelbrain
Sunday, April 07, 2013
Berani Kotor Itu Cerdas
Seru, lucu, sedih, tertawa, geregetan, terharu, dan entah perasaan apa lagi ketika membaca bukunya mbak Fira Basuki yang berjudul "Cerita di Balik Noda." Kisah-kisah inspiratif di dalamnya menggugah naluri dan membuka pikiran. Tentu saja, mempelajari hal -hal baru biasanya dimulai dari hal yang kotor.
Berani kotor untuk menjelajah dunia baru? Saya suka kisah tentang "Bos Galak". Terkadang diperlukan tindakan berani untuk menyentuh hati seseorang. Pastinya, berani untuk 'mengotori' suasana tegang menjadi enak, seenak kuenya. :)
Atau "Tulisan di Kain Sprei" ini juga menarik. Saya jadi ingat ketika kecil, bertubuh gemuk dan selalu diledek dengan kata-kata "Gajah Mada" "Si Gendut" "Si Bapuk" dan entah apa lagi. Minder? Iya! Dan bagaimana Chatya menyelesaikan rasa mindernya keren banget :) Dia berhasil mengalahkan perang batinnya dan keberaniannya untuk berbuat sesuatu meski harus kotor sangat saya suka.
Kisah "Siluman Tikus" sempat membuat saya mengerenyitkan kening. Lho? Kenapa ya? Ada apa? Kemudian ketika saya membacanya, ah, tak terasa justru membuat saya menangis. Kita memang kerap menuduh dan menilai orang tanpa pernah memberanikan diri untuk sekadar bertanya mengapa. Pikiran buruk justru hanya akan berakhir tak enak. Beruntung Ali menyelamatkan semua praduga hanya dengan bekal berani kotor. Benar-benar seperti drama!
Yuni dalam kisah "Tak Jadi" benar-benar menjadi penyelamat pernikahan kedua orangtuanya yang sudah telanjur emosi. Cemburu menjadikan seseorang gelap mata. Kekhilafan pun harus dibarengi dengan tindakan nyata untuk berubah.Yuni langsung nyebur mencari cincin kawin dan tak peduli kotor itu yang akhirnya menyelamatkan keluarga.
Bakat Nisa menjadi "Koki Cilik" sudah difasilitasi dengan tepat oleh Ibunya. berani kotor di dapur? Pastinya seru dan menghasilkan makanan enak, ya? Baca kisah ini membuat saya ngiler. Belajar masak dan bisnis dari kecil? Seru banget deh pastinya!
Di antara banyak kisah dalam buku ini, ada satu yang mengusik perhatian saya, yaitu dalam kisah "Harta Sebenarnya" ketika di akhir cerita, sang Kakek berkata, "Kalian tertipu, sandal Kakek tidak tertinggal di lumpur." Ini pemilihan kata yang kurang sesuai, menurut saya, meski nilai hikmahnya bagus sekali.
"Batik Kreasi Ivan" membuat saya terperangah. Banyak ide brilian muncul tanpa pernah bisa kita duga. Pola batik dari tanah yang kotor dan memenangkan perlombaan? Sungguh, hal sederhana seperti ini yang jarang sekali terpikirkan mampu memberi inspirasi bagi orang lain.
"Kaki (Harus) Kotor" membuat saya tersenyum. Terlalu protektif terhadap anak memang tak selamanya baik, ya? Jika hingga usia 2 tahun belum bisa berjalan hanya karena takut kakinya kotor, tentu menyebabkan Nur menjadi terlambat berkembang. Untunglah sang Nenek justru membuat Nur kotor dan hasilnya Nur bisa belajar berjalan! Kisahnya manis :)
Kehidupan yang serba sulit dan keras menjadikan Acon seorang "Penangkap Ikan Cupang" yang belajar tangguh sejak kecil. Tidak peduli apa kata orang dan kadang dimarahi justru malah berani kotor demi bisa membantu meringankan beban Ibunya. Ah, lagi-lagi saya terharu. :')
"Agi Tidak Pelit". Ya, anak lelaki yang yang senang berhemat itu sebenarnya anak yang baik dan justru memiliki tingkat kepedulian sosial yang tinggi. Siapa yang tak bangga memiliki anak seperti Agi?
Jika "Demi Sekantong Beras", Radya mau dan berani kotor bersama temannya Adi, pastilah karena sifat dermawan dan berjiwa sosial tinggi yang dimilikinya. Belajar berjualan dengan berusaha semaksimal mungkin memberi kepuasan batin tersendiri, ya?
Aaaaahh... Masih banyak cerita seru dan indah dalam buku ini! Gak bakalan nyesel bacanya dan yang pasti, bisa mengubah sudut pandang kita tentang sesuatu yang kotor. Menarik. Jadi, buku Cerita di Balik Noda dan Berani Kotor Itu Baik sungguh menginspirasi. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah menemukan apa yang menggugah hari ini? Cek juga yuk di sini, apa yang bisa Anda temukan di sana!
Sudah ya, saya mau bermain hujan bersama kedua anak saya sambil menemani mereka bermain tanah. Imajinasi mereka berkembang saat berada di halaman yang diguyur hujan deras. Setelah itu, segelas teh hangat akan membuat kami nyaman. Yuk, ah!
Diposting oleh andiana di 4/07/2013 02:49:00 PM 0 komentar
Label: lomba, Mujahid Kecil, review
Friday, March 15, 2013
Butuh Pulsa Buat Eksis!
Hari gini siapa juga yang gak butuh pulsa? Ngaku! :)
Coba deh balik ke tahun 2000, ketika pulsa masih mahal dan sulit dicari. Minimal pulsa harganya Rp25.000,- dan dijual dalam bentuk fisik / voucher. Udah gitu gak mudah menemukannya. Minimal di mall. Tapi dulu pulsa fisik tuh banyak serinya. Maksudku, ketika sedang perayaan Imlek, keluar voucher edisi Imlek. Atau seri pemain bola klub dari Inggris, misalnya. Atau pemain basket NBA. Aku dulu punya banyak koleksi. Pas pindah rumah, malah ilang semua. *nangis bombay* (eh bawang mahal ya? >_< ) Trus, kalau aku sih beli pulsa fisik biasanya langsung gosok di tempat. Apalagi kalau sedang dalam perjalanan. Kalau pulsa gak terisi dan kita udah jauh jalannya ke mana tau, repot mau protesnya juga ke tempat jual pulsanya lagi. Bener gak sih? (konsumen mana ada yang mau rugi sih?)
Dulu kebutuhan pulsa hanya untuk ponsel kan? Dan dulu operator komunikasi selular hanya ada tiga besar yaitu Telkomsel, XL, dan Indosat. Sekarang sih udah banyak banget ya? Persaingan harga, kualitas jaringan, dan pelayanan after sales yang kece pastinya jadi pertimbangan masyarakat untuk memilih pujaan hati... Eh, salah ya? :D
Balik ke tahun 2013. Nah, sekarang berbagai fasilitas untuk mengisi pulsa semakin mudah dan banyak. Apalagi sekarang ada pilihan pulsa murah cuman seceng alias seribu rupiah. Kurang asyik gimana coba dunia saat ini? Jangankan ke kios pulsa, di twitter aja bisa beli pulsa. Tinggal tweet: "Siapa yang jualan pulsa provider XXX? Beli dong! Butuh nih seratus ribu! Makasih ya!" Langsung deh minimal lima tuips mention kita. Gak percaya? Aku udah buktiin itu! Ternyata masih banyak orang baik.... Dan cermat menjadikan media sosial sebagai lahan buka lapak. Hehehehe... Lagi pula sekarang banyak sekali tawaran dari para provider. Kalau beli pulsa sekian rupiah akan dapat barang senilai sekian. Iya kan? Ada gak sih beli pulsa berhadiah pacar? #eh *iya galau geje* Haghaghaghag!!
Sekarang sih pulsa gak hanya untuk kebutuhan nelepon atau SMS. Udah buat isi modem internet juga kan? Pilihan gadget aja udah bejibun banget sekarang. iPad, tablet, netbook, dan aneka smartphone yang bikin aku juling buat milihnya. *sotoy banget lu, An!* Apalagi semua provider udah ngasih pilihan paket internetan yang bisa disesuaikan dengan kantong. Misal saja, dengan pulsa Rp100.000,00 kita bisa pilih paket internetan yang kayak gimana juga bisa. Meski sudah banyak tempat yang memberikan free wi-fi, tapi keberadaan pulsa untuk mengisi modem belum tergeser lho.
Aku termasuk pemalas untuk urusan isi pulsa. Biasanya sih tinggal buka internet banking dan beli deh. Sambil tiduran di kasur atau sofa juga jadi. Asyik? Emang! Hihihi... Tapiiii.... Kalau sedang dalam perjalanan dan internet banking lagi mengalami gangguan, mau gitu keeksisan di dunia maya terhenti? Jangan sampe dong! Enak aja! Caranya ya cari kios terdekat, nanya di twitter atau di LINE atau di Whatsapp atau di BBM atauuuuu..... Mana aja deh! Kreatif dikit napah?
Sekarang pilihannya apa? Pulsa dalam bentuk fisik atau pulsa elektrik? Terserah, bebas! Tapiiii... Kalau mau ngedukung penghijauan lingkungan dengan cara gak banyak menghasilkan sampah, pakai dong pulsa elektrik. Go green gitu lho! Nanti kan dapat SMS berupa notifikasi yang mengindikasikan pulsa sudah mendarat sempurna di gadget atau modem kesayangan kita. Jadi kita juga gak numpukin sampah. Betul atau benar? *iyain aja napa sih?*
Kamu beli pulsa biasanya sebulan dianggarkan berapa sih? Kamu punya berapa gadget sih? Kamu pakai paket internet yang berapa GB sih? (Aku kepo ya? Hihihihi) Gak, cuman mau tau aja. *iya itu kepo!*
Nah, jika segala kemudahan dalam pengisian pulsa sudah sedemikian mudah dan semua orang juga membutuhkannya setiap hari, tinggal gimana feedback dari semua provider untuk membuktikan layanannya yang super dan katanya terbaik itu. Ayo, TAGIH! (ini kayak lagi jadi debtcoll ke para pengobral janji. *apeu*)
Eh, siapa nih yang mau ngisiin pulsa elektrik ke aku? *dilempar bakiak*
Postingan ini dalam rangka Lomba
Blog Pojok Pulsa: Mau Pulsa Gratis? Follow: @pojoktweet | Facebook Page Pojok
Pulsa | Pojok
Pulsa Google Plus Page
Diposting oleh andiana di 3/15/2013 02:26:00 PM 0 komentar
Label: keseharian, lomba

