Monday, October 29, 2007

Masa Lalu

Lagi ngelamun... Mengenang masa sekolah... Masa muda (lha, mang aku dah tua?*bingung mode on*)

Masa ketika masih ada mama...masih ada bapak... masih tinggal di Cirebon... Dengan segala fasilitas di dalamnya...

Dengan adikku, kami berdua tumbuh sehat dan bahagia (menurut ukuranku ketika itu).

Sekolah dari teka ampe esmeu di Al-Azhar (weissss....kagak ngalemin sekolah negeri euy...tapi apa yang mama usahakan dulu alhamdulillah... bikin aku tetap berada di "rel" yang benar). Bosen? Pernah juga sih suntuk gitu. Temennya dia lagi..dia lagi... Hehehehe...

Selama tinggal di Cirebon, terlalu banyak kenangan yang berlapis dan bertumpuk... Tawa, sedih, duka, riang, tangis, kecewa, marah... Tumbuh dan kembang...Hingga membentuk kepribadian yang (menurutku agak ancur *ngaku dah!*) seperti sekarang ini.

Aku tak mungkin seperti sekarang tanpa dukungan orang2 di sekitarku (plus orang2 yang selalu mengkritikku dengan teganya!)....Meski aku tau pernah melenceng sangat jauh dari "rel dien" yang benar...Sungguh jatuh ke lembah hitam yang nista.... Tak ada yang tau...Hanya Allah.... Hanya Allah Sang Maha Pelindung dan Pemaaf lah yang membuat aku kembali.... Dengan tertatih.... Kembali padaNya...

Perlahan, masa lalu beranjak pergi dariku... Meninggalkan jejaknya yang tersisa penuh debu...

Seperti ketika bapak dan mama meninggalkanku tanpa pernah boleh aku meminta untuk tetap tinggal bersamaku (Allah lebih sayang mereka....).

Adikku yang sudah dewasa pun perlahan memiliki kehidupannya sendiri. Tak mau lagi jalan bersamaku ("malu, bisa turun harga pasaran." *gubraks!*)

Sekarang.... Dalam keheningan... Aku memohon pada Allah, "Jangan tinggalkan aku...."
Doa yang sangat egois, karena dulu aku pernah meninggalkanNya! (tarik nafas dalam2....teriak: aaaarrrrrggghhhhhhhh..........)

Seperti ketika aku pernah nonton serial "Xena: The Princess Warrior", salah satu episodenya adalah saat Xena dan Gabrielle sedang duduk di pinggir danau. Gabrielle yang bertanya mengenai masa lalu Xena dijawab begini:
"Kamu lihat batu yang aku lempar ke dalam danau tadi? Dia membuat riak di permukaan yang tenang. Persis seperti ketika aku melakukan kesalahan dulu. Nah, sekarang kamu lihat permukaan danau sudah kembali tenang. Begitu pula aku. Tetapi, kau tentu tahu bahwa batu itu tetap akan ada dalam dasar danau itu."

Mungkin itulah juga masa laluku. Tetap ada meski kini aku sudah berubah... Masa lalu yang pahit bukan untuk disesali, tetapi diambil hikmahnya.

Bukan begitu? Bukan kali, ah!

3 komentar:

Eucalyptus said...

Masa lalu tinggal masa lalu say, yg penting sekarang dah kembali ke-relnya kan?

an diana said...

udah mbak! Udah balik kok! Tapi..bayang2 masa lalu menghantui saya terus-menerus...nyeselnya gak ketulungan lho.... :(

abeng beng /arjopedal said...

seiring detak waktu yang berjalan mengenang masa lalu kadang akan membuat kita tertawa dan mungkin sedih satmengenangnya