Friday, October 26, 2007

Berbagi Bahagia

Sore itu gerimis. Aku sedikit bergegas melintasi jembatan Dukuh Atas, Sudirman. Tepat di ujung belokan jembatan, aku kembali bertemu dengan ibu dan anak 10 bulannya. Kulirik kaki si kecil. dia memakai kaos kaki pemberianku! Alhamdulillah berguna! Muat juga ternyata yak...

Kaos kaki itu tadinya milik Umar. Sekarang Umar sudah sedikit besar, sudah gak muat lagi, kalo dipaksain kan kasihan. Dipendam terus dalam lemari bikin sesak. Akhirnya kaos kaki dan beberapa baju bayi Umar kuberikan pada si kecil di jembatan itu. (Lupa gak pernah tanya siapa namanya...)

Senang sekali bisa berbagi. Setidaknya aku bisa membayangkan, si kecil tak lagi kedinginan. Sekarang kan masuk musim hujan.

Satu lagi kisah lama:
Sekitar 1-2 tahun lalu, aku membongkar koleksi baju lamaku dan adikku berupa kaos2. Dibuang, masih bagus nih! Kasih siapa ya? Oh iya, bang Maman si tukang sampah RT itu! Segera aku memilah yang pantas dan membungkusnya. Esok harinya kala bang Maman membuang sampah harian rumahku, aku memberikan bungkusan itu. Beberapa hari kemudian, aku melihat sudah dipakainya....

Aku bukan sok sosial. Tapi aku hanya mencoba berbagi yang bisa kubagi... Merasakan kemiskinan yang semakin menghimpit mereka... Karena aku pun merasakannya... Benar2 merasakan.

Yaaa.... Setidaknya kini menular pada Umar. Kalau diberi sesuatu, eh, malah dia berikan pada orang lain lagi. Mau belajar berbagi.... Senangnya ^_^

4 komentar:

LifeByYourHand said...

memang kebiasaan berbagi harus di ajarkan sejak dini, agar anak2 kita punya hati nurani yang peka terhadap hal2 yg seperti itu...

indahnya berbagi..

Yolla Elwyn said...

Senangnya..
Kl balik keIndo sedih banget ngeliat banyak sodara2 kita yg nggak mampu..
Mudah2an suatu saat bs berbuat sesuatu yg lebih buat mereka..
Btw, Te Oo Pe Be Ge Te buat Umar..:)

JiaYou..

an diana said...

mas "Dave Koz" => ember deh! Indah sekali bisa berbagi..

mbak Yolla => yaa....berbagi dengan siapa pun di manapun, bukan hanya di Indonesia kok....setiap yang lebih kurang dari kita..tanpa melihat siapapun dia..kenapa gak? kita toh hamba Allah semua ya kan?

ichaAwe said...

tapi sayang...didunia ini makin banyak aja orang2 pelit ... kalo pun mau ber bagi...cuma berbagi masalh doang :P