Wednesday, January 15, 2003

Maafkan Aku Kini! (Tangisan Dewi Pradnya Paramitha)

Tengah malam di pangkuan ibunda

-----------

Sayup masih terdengar gelegar petir menyambar mengoyak benteng jiwaku
Luka itu masih belum sembuh, Bintang...

Aku baru menambalnya dengan sejumput rindu dan segenggam cinta titipan Ilahi
Aku belum selesai menyulam lembaran putih bertajuk lembayung senja di dadamu
Kau meradang

Maaf bila pintu belum lagi terbuka namun kuncinya hilang entah di mana
Memaksamu menyerang memvonis merontokkan tulang-tulang penyangga biduk cinta putih
Memaksaku memadamkan bara gairah yang dulu masih memerah
Memaksa kita mematahkan huruf kata kalimat yang mengalir deras

Bintang, maafkan aku

Jan 03
(Gairah itu masih ingin menyala, Bintang)

0 komentar: